PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
“BISNIS PARIWISATA”

DISUSUN OLEH :
• PUTRI AYU KRIS .W (25216840)
• RADEN ARIA JATMIKA (25216910)
• REGINA OKTAVIANA SAVIO (26216145)
• RISMA TASYIA (26216499)
• RIZALDY MUTTAQIN (26216537)
• SARAH AZIZAH (26216834)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat terselesaikan dan tersususn dengan baik. Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada para anggota kelompok dan pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini baik itu berupa materi ataupun pemikirannya.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, dan juga dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan makalah ataupun memulai bisnis pariwisata.
Atas segala kesempatan yang diberikan untuk membuat makalah ini, dan kami ingin meminta pengertian atas segala kekurangan yang ada dalam makalah ini karema keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Kami sangat menerima kritik dan saran atas makalah ini untuk meningkatkan penulisan kami. Akhir kata kami ucapkan terimakasih, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pariwisata saat ini sangat vital bagi penambah dan pendorong keuangan di Indonesia. Lihat saja jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 10.406.759 orang, dan itu sudah melebihi target yang di tetapkan yaitu sebanyak 10.000.000 wisatawan mancanegara, dimana dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia perkiraan perolehan pariwisata mencapai 11.9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp163 triliun yang dilansir oleh Suara.com. Ini merupakan bukti bahwa pariwisata yang ada di Indonesia merupakan lahan yang baik untuk memulai sebuah bisnis.
Pariwisata menjadi aktivitas yang mendapat perhatian besar, baik dari masyarakat maupun pihak pemerintah pada periode delapan sampai sembilan puluhan. Sebelum tahun tujuh puluhan sudah banyak daerah di Indonesia yang sesungguhnya bisa diolah melalui sektor pariwisata, akan tetapi perhatian semua pihak masih lebih tertuju pada kekayaan sumber alam yang melimpah, sehingga sektor pariwisata belum secara serius diperhatikan. Sektor pariwisata baru mulai di kerjakan dengan serius sejak awal tahun delapan puluhan, walaupun sesungguhnya sektor pariwisata telah bergejala dan mulai menghasilkan devisa bagi dunia internasional termasuk Indonesia sejak tahun 1950 (Pitana, 2002).
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keindahan alam dan dinamika penduduknya. Sektor pariwisata di Indonesia sangat lah banyak, seperti wisata daerah, pantai, wisata air, kebun binatang, dan pulau-pulau kecil. Jika dilihat dari letak geografis, Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata dan ini adalah sebuah keuntungan yang seharusnya dapat di kembangankan oleh pemerintah maupun masyarakat, sebagai contoh letak negara Indonesia dilewati oleh jalur cincin api sehingga negara Indonesia memiliki banyak gunung api aktif yang indah misalnya gunung Bromo di Jawa Timur. Contoh lainnya Indonesia adalah negara kepulauan, yang artinya Indonesia di kelilingi oleh lautan dan pantai, dimana diantara pantai yang ada di Indonesia merupakan tujuan destinasi wisatawan domestik dan mancanegara karena keindahannya maupun ombaknya, misalnya Pantai Mentawai di Sumatera Barat dan Pantai Uluwatu di Bali.
Meskipun secara alami negara Indonesia kaya akan keindahannya, tetapi warga negara Indonesia sering kali mengacaukannya, seperti tidak menjaga kebersihan lingkungan tempat wisata. Dari banyaknya tempat wisata yang ada di Indonesia masih banyak pula tempat yang masih belum terjamah oleh masyarakat sehingga masih dapat terjaga keindahannya. Potensi yang dimiliki oleh bisnis ini pun masih sangat tinggi karena setiap orang pasti membutuhkan tempat untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktunya dari penatnya kegiatan monoton yang dilakukan setiap hari.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Definisi Pariwisata
2. Tujuan bisnis pariwisata
3. Bentuk bisnis pariwisata
4. Potensi bisnis pariwisata
1.3. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini untuk menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan oleh dosen pengantar bisnis dan untuk mengetahui definisi, tujuan,bentuk, prospek, dan potensi bisnis pariwisata saat ini.
1.4. MANFAAT PENULISAN
Agar setiap orang yang ingin memulai bisnis periwisata dapat mengetahui peluangnya, tahu keuntungan dari bisnis pariwisata, tahu akan potensi pariwisata di Indonesia.
BAB 2
PEMBAHASAN
1. DEFINISI PARIWISATA
Pariwisata merupakan seuatu kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang di waktu tertentu, dimana orang-orang yang terlibat didalamnya melakukan perjalanan ke suatu tempat diluar daerah maupun luar negeri untuk sekedar berkunjung, menginap, jalan-jalan, dimana mereka yang melakukan kegiatan pariwisata hanya bertujuan untuk merefresingkan diri dari penatnya kegiatan sehari-hari dan bukan untung tujuan mencari pekerjaan maupun menetap disana.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pariwisata memiliki arti suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi, dan secara umum pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata-mata untuk rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Menurut peninjauan secara etimologis, istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu “pari dan “wisata”. Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berulang ulang
Pengertian pariwisata menurut para ahli :
a. Hunziker dan Krapf (Bapak Ilmu Pariwisata)
Pariwisata adalah sejumlah hubungan dan gejala yang dihasilkan dari tinggalnya orang-orang asing, asalkan tinggalnya mereka itu tidak menyebabkan timbulnya tempat tinggal serta usaha-usaha yang bersifat sementara atau permanen sebagai usaha mencari kerja penuh (Musanef, 1996: 11).
b. Hans Buchi
Pariwisata adalah peralihan tempat untuk sementara waktu dan mereka yang mengadakan perjalanan tersebut memperoleh pelayanan dari perusahaanperusahaan yang bergerak dalam industri pariwisata (Musanef, 1996: 11).
c. Robert Mc. Intosh Shashi Kant Cupta
Pariwisata adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan ini serta penunjang lainnya
(Musanef, 1996: 11).
d. Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik serta usaha-usaha yang terkait di bidang itu.
2. TUJUAN BISNIS PARIWISATA
Tujuan dari bisnis pariwisata adalah untuk meningkatkan divisa negara, tetapi masih ada faktor-faktor lain yang menjadi tujuan dari bisnis pariwisata, yaitu :
a. Memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan yang ada di Indonesia kepada masyarakat luas.
b. Mensejahterakan masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar objek wisaata dengan memberikan lapangan pekerjaan.
c. Menjalin kerjasama dengan negara lain dalam bidang bisnis pariwisata.
d. Meningkatkan pendapatan daerah dan devisa negara.
e. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejarah kekayaan negaranya.
f. Meningkatkan kreatifitas masyarakat.
3. BENTUK BISNIS PARIWISATA
Menurut Pendit (2002 : 37) bentuk bisnis pariwisata dibagi dalam 5 kategori, yaitu :
a. Menurut Asal Datangnya Wisatawan
Jika dilihat dari asal datangnya wisatawan, wisatawan dapat di kelompokan menjadi dua, yaitu wisatawan domestik dimana orang-orang yang disebut sebagai wisatawan dosmestik hanya berasal dari berbagai daerah yang ada di negara tersebut, lalu ada wisatawan mancanegara dimana mereka ada orang-orang yang datang dari luar negeri.
b. Menurut Akibatanya Terhadap Neraca Pembayaran
Wisatawan yang berasal dari luar negeri pastinya membawa uang dari negaranya sendiri, dimana uang tersebut adalah uang asing yang masuk. Ada pariwisata aktif yang maksudnya pemasukan uang asing ke negara tersebut berdampak postitif terhdapat neraca pembayaran luar negeri suatu negara yang di kunjunginya. Ada juga pariwisata pasif dimana kedatangan wisatawan itu kenegera lain memberikan dampak negatif kepada neraca pembayaran luar negerinya.
c. Menurut Jangka Waktu kedatangan
Dalam kategori ini, ada dua jenis pariwisata, yaitu pariwisata jangka pendek dan pariwisata jangka panjang, tergantung dari bagaimana kententuan yang di terapkan oleh suatu negara untuk membedakan pendek atau panjangnya waktu pariwisata yang dimaksudkan.
d. Menurut Jumlah Wisatawan
Perbedaan dalam kategori ini adalah, jumlah dari wisatawan yang datan berkunjung. Wisatawan yang datang seorang diri untuk berlibur disebut pariwisata tunggal, dan wisatawan yang datang dengan rombongan disebut pariwisata rombongan.
e. Menurut Alat Angkut
Wisatawan menurut kategori ini, dibedakan atas transportasi apa yang mereka gunakan untuk sampai di tempat tujuan wisata, ada pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisata kereta api, pariwisata mobil, dan lain-lainnya.
4. POTENSI BISNIS PARIWISATA
a. Bisnis Penginapan Bisnis penginapan merupakan yang paling penting dan sangat dicari saat ada wisata yang datang ke sebuah tempat wisata untuk beristirahat dan menginap beberapa hari sebagai home stay sementara. Maka dari itu bisnis penginapan sangatlah menjanjikan dan menguntungkan. Dalam bisnis penginapan ini, tempat yang strategis sangatlah dibutuhkan. Misalnya tempat penginapan yang dekat dengan tempat wisata tanpa harus menggunakan kendaraan lagi merupakan keutungan untuk pebisnis, karena tempat strategis seperti inilah yang biasanya dicari oleh wisatawan. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah, penginapan seperti apa yang anda ingin kelola, apakah hotel mewah dengan segala fasilitas lengkap untuk memanjakan wisatawan, untuk membuka penginapan seperti ini dibutuhkan modal yang cukup banyak, dan biaya yang perlu di kerluarkan wisatawapun banyak. Ataukah anda akan membuka jenis homestay yang memilihi harga yang ramah untuk para wisatawan yang tidak memiliki budget yang cukup banyak, dan juga fasilitas yang diberikan pun tidak kalah dengan hotel mewah, ini mungkin pilihan yang tepat untuk para wisatawan yang memang ingin menikmati suasana daerah tersebut dari pada bersantai di hotel. Jadi, harus ada pemikiran yang matang untuk membuka bisnis ini.
b. Bisnis Interior
Bisnis interior ini memiliki hubungan yang erat dengan bisnis penginapan. Kenapa? Karena kalau bisnis penginapan hanya memberikan penginapan tanpa interior dan fasilitasnya, apa yang akan diberikan kepada wisatawan? Maka dari itu bisnis interiori ini memiliki peranan yang penting. Misalnya saat anda membuka penginapan di daerah pantai, apakah fasilitas perapian dan ruangan bernuansa adat sudah tepat? Tentu saja tidak. Penginapan dengan nuansa pantai yang kental dengan balkon ataupun kolam berenang yang langsung menghadap hamparan lautan yang luas, lampu terang dan bangku mewah yang menghiasinya adalah pilihan yang tepat. Maka kreativitas anda dalam mengembangkan bisnis interior ini sangat di perlukan, interior yang unik yang mendukung suasana dari tempat wisata dapat menarik perhatian para wisatawan.
Bisnis interior ini memiliki hubungan yang erat dengan bisnis penginapan. Kenapa? Karena kalau bisnis penginapan hanya memberikan penginapan tanpa interior dan fasilitasnya, apa yang akan diberikan kepada wisatawan? Maka dari itu bisnis interiori ini memiliki peranan yang penting. Misalnya saat anda membuka penginapan di daerah pantai, apakah fasilitas perapian dan ruangan bernuansa adat sudah tepat? Tentu saja tidak. Penginapan dengan nuansa pantai yang kental dengan balkon ataupun kolam berenang yang langsung menghadap hamparan lautan yang luas, lampu terang dan bangku mewah yang menghiasinya adalah pilihan yang tepat. Maka kreativitas anda dalam mengembangkan bisnis interior ini sangat di perlukan, interior yang unik yang mendukung suasana dari tempat wisata dapat menarik perhatian para wisatawan.
c. Bisnis Kuliner
Bisnis ini sangatlah menjanjikan, karena dimanapun semua orang pasti membutuhkan makanan, terutama di tempat-tempat wisata. Tapi makanan seperti apa yang cocok dan dapat menarik perhatian wisatawan untuk mencicipi dan selalu datang ke restoran kita setiap saat mereka berkunjung ke daerah itu? Makanan yang bernuansa daerah tersebut yang khas dengan cita rasanya adalah hal utama yang akan menjadi andalan dalam bisnis kuliner ini. Mungkin yang langsung terlintas di pikiran anda adalah bisnis makanan untuk oleh-oleh para wisatawan? Itu adalah ide yang bagus, tetapi alangkah baiknya lebih di kembangkan jangan sekadar untuk oleh-oleh. Kalau anda pintar dalam berbisnis mungkin saja anda memilih untuk bekerja sama dengan hotel di sekitar bisnis anda, buatlah sensasi mencicipi makanan yang anda buat lebih berbeda dan berkesan, misalnya wisatawan dapat melihat langsung pembuatan makanan atau dapat terjun langsung untuk membuat makanan tersebut.
Bisnis ini sangatlah menjanjikan, karena dimanapun semua orang pasti membutuhkan makanan, terutama di tempat-tempat wisata. Tapi makanan seperti apa yang cocok dan dapat menarik perhatian wisatawan untuk mencicipi dan selalu datang ke restoran kita setiap saat mereka berkunjung ke daerah itu? Makanan yang bernuansa daerah tersebut yang khas dengan cita rasanya adalah hal utama yang akan menjadi andalan dalam bisnis kuliner ini. Mungkin yang langsung terlintas di pikiran anda adalah bisnis makanan untuk oleh-oleh para wisatawan? Itu adalah ide yang bagus, tetapi alangkah baiknya lebih di kembangkan jangan sekadar untuk oleh-oleh. Kalau anda pintar dalam berbisnis mungkin saja anda memilih untuk bekerja sama dengan hotel di sekitar bisnis anda, buatlah sensasi mencicipi makanan yang anda buat lebih berbeda dan berkesan, misalnya wisatawan dapat melihat langsung pembuatan makanan atau dapat terjun langsung untuk membuat makanan tersebut.
d. Bisnis Penyewaan Kendaraan
Bisnis ini cukup penting dari bisnis pariwisata, karena menyediakan transportasi bagi para wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadinya, terutama para wisatawan mancanegara. Masih banyak tempat wisata di Indonesia yang belum dilengkapi dengan alat transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah untuk memmpermudah wisatawan berpindah tempat dari tepat satu ke tempat lainnya. Maka dari itu, bisnis ini bisa anda coba sebagai peluang bisnis. Dengan menyewakan kendaraan roda empat, roda dua, ataupun kendaraan tradisional seperti delman bisa anda berikan kepada wisatawan. Anda juga bisa menyediakan jasa antar jemput wisatawan dari hotel tempat mereka menginap sampai ke tujuan wisata dan mengantar mereka kembali ke hotel.
Bisnis ini cukup penting dari bisnis pariwisata, karena menyediakan transportasi bagi para wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadinya, terutama para wisatawan mancanegara. Masih banyak tempat wisata di Indonesia yang belum dilengkapi dengan alat transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah untuk memmpermudah wisatawan berpindah tempat dari tepat satu ke tempat lainnya. Maka dari itu, bisnis ini bisa anda coba sebagai peluang bisnis. Dengan menyewakan kendaraan roda empat, roda dua, ataupun kendaraan tradisional seperti delman bisa anda berikan kepada wisatawan. Anda juga bisa menyediakan jasa antar jemput wisatawan dari hotel tempat mereka menginap sampai ke tujuan wisata dan mengantar mereka kembali ke hotel.
e. Membuka tempat parkir
Di mana kendaraan-kendaraan tersebut akan dititipkan? Tentu saja ini kebutuhan baru ketika wisatawan bisa membawa kendaraan, yaitu lahan parkir. Jika anda memiliki lahan di tempat wisata, anda bisa membangunnya sebagai lahan parkir. Hal ini sangat menguntungkan karena hanya perlu mengeluarkan biaya perawatan yang tidak besar, sedangkan uang setiap hari masuk dari kendaraan yang diparkir. Bahkan di sekeliling tempat parkir tersebut anda bisa saja bekerja sama dengan orang lain untuk membuka warung-warung kecil tempat berjualan suvenir atau makanan khas, atau bisa juga menyediakan WC umum yang harus tetap dijaga kebersihannya. Jika anda memiliki akses modal yang besar, anda bisa berinovasi dengan membangun tempat parkir yang portabel sehingga bisa memuat lebih banyak kendaraan. Namun memang, perlu kajian kekuatan yang tepat untuk memastikan kendaraan yang diparkir di sana mendapatkan posisi yang aman.
Di mana kendaraan-kendaraan tersebut akan dititipkan? Tentu saja ini kebutuhan baru ketika wisatawan bisa membawa kendaraan, yaitu lahan parkir. Jika anda memiliki lahan di tempat wisata, anda bisa membangunnya sebagai lahan parkir. Hal ini sangat menguntungkan karena hanya perlu mengeluarkan biaya perawatan yang tidak besar, sedangkan uang setiap hari masuk dari kendaraan yang diparkir. Bahkan di sekeliling tempat parkir tersebut anda bisa saja bekerja sama dengan orang lain untuk membuka warung-warung kecil tempat berjualan suvenir atau makanan khas, atau bisa juga menyediakan WC umum yang harus tetap dijaga kebersihannya. Jika anda memiliki akses modal yang besar, anda bisa berinovasi dengan membangun tempat parkir yang portabel sehingga bisa memuat lebih banyak kendaraan. Namun memang, perlu kajian kekuatan yang tepat untuk memastikan kendaraan yang diparkir di sana mendapatkan posisi yang aman.
f. Bisnis Penjualan Souvenir
Souvenir adalah barang khas yang berasal dari daerah tempat wisata. Souvenir biasanya diberikan kepada sanak saudara ataupun reka bisnis saat kita sudah kembali dari perjalanan wisata di luar daerah atau luar negeri. Souvenir juga dapat mengingatkan kita pada saat-saat menyenangkan ketika berlibur di tempat wisata tersebut. Maka dari itu bisnis ini memiliki peluang yang cukup besar untuk anda kembangkan. Souvenir ini biasanya berbentuk barang atau pun makanan. Barang-barang yang dapat dijadikan souvenir biasanya berupa gantunagn kunci, kaos, selendang, dopet, tas, topi, dan juga kerajinan tangan. Makanan yang dijadikan oleh-oleh biasanya adalah makanan yang khas dari tempat yang di kunjungin, tapi yang perlu anda perhatikan dalam bisnis oleh-oleh makanan ini bahwa makanan dapat kadaluarsa dalam waktu yang cukup singkat.
Souvenir adalah barang khas yang berasal dari daerah tempat wisata. Souvenir biasanya diberikan kepada sanak saudara ataupun reka bisnis saat kita sudah kembali dari perjalanan wisata di luar daerah atau luar negeri. Souvenir juga dapat mengingatkan kita pada saat-saat menyenangkan ketika berlibur di tempat wisata tersebut. Maka dari itu bisnis ini memiliki peluang yang cukup besar untuk anda kembangkan. Souvenir ini biasanya berbentuk barang atau pun makanan. Barang-barang yang dapat dijadikan souvenir biasanya berupa gantunagn kunci, kaos, selendang, dopet, tas, topi, dan juga kerajinan tangan. Makanan yang dijadikan oleh-oleh biasanya adalah makanan yang khas dari tempat yang di kunjungin, tapi yang perlu anda perhatikan dalam bisnis oleh-oleh makanan ini bahwa makanan dapat kadaluarsa dalam waktu yang cukup singkat.
g. Bisnis Jasa Penerjemah dan Tour Guide
Biasanya beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat wisata membutuhkan penerjemah dan tour guide. Para wisatawan banyaknya tidak mengerti denagn bahasa daerah tempat mereka berkunjung, dan minimum mereka dapat menguasai bahasa inggris untuk berkomunkasi, maka dari itu jasa penerjemah sangat dibutuhkan oleh wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Untuk jasa tour guide biasanya para turis ingin mengetahui apa yang mereka kungjungin dan sejarahnya, nah ini adalah tugas dari para pebisnis tour guide untuk menjelaskan kepada wisatawan. Nah bagi anda yang ingin membuka bisnis jasa penerjemah dan tour guide lebih baik mempelajari dulu bahasa asing, minimal mereka bisa berbicara bahasa ingris dengan lancar, bisa saja mungkin ada mendalami bahasa lainnya seperti jerman, jepang, cina dan lainnya, dan juga anda harus menguasai sejarah dan cerita dibalik tempat wisata itu, dengan banyak mengetahui cerita dibalik itu, anda dapat dengan mudah menjelaskan kepada wisatawan, mungkin saja anda akan direkomendasikan oleh wisatawan tersebut kepada teman-temanya yang akan datang berkunjung. Dan juga jasa ini sekaligus dapat memperkenalkan sejarah dari Indonesia kepada wisatawan.
Biasanya beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat wisata membutuhkan penerjemah dan tour guide. Para wisatawan banyaknya tidak mengerti denagn bahasa daerah tempat mereka berkunjung, dan minimum mereka dapat menguasai bahasa inggris untuk berkomunkasi, maka dari itu jasa penerjemah sangat dibutuhkan oleh wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia. Untuk jasa tour guide biasanya para turis ingin mengetahui apa yang mereka kungjungin dan sejarahnya, nah ini adalah tugas dari para pebisnis tour guide untuk menjelaskan kepada wisatawan. Nah bagi anda yang ingin membuka bisnis jasa penerjemah dan tour guide lebih baik mempelajari dulu bahasa asing, minimal mereka bisa berbicara bahasa ingris dengan lancar, bisa saja mungkin ada mendalami bahasa lainnya seperti jerman, jepang, cina dan lainnya, dan juga anda harus menguasai sejarah dan cerita dibalik tempat wisata itu, dengan banyak mengetahui cerita dibalik itu, anda dapat dengan mudah menjelaskan kepada wisatawan, mungkin saja anda akan direkomendasikan oleh wisatawan tersebut kepada teman-temanya yang akan datang berkunjung. Dan juga jasa ini sekaligus dapat memperkenalkan sejarah dari Indonesia kepada wisatawan.
h. Bisnis Jasa Fotografi/Videografi
Barangkali kini setiap orang memiliki kamera pada gadget mereka untuk mengabadikan tiap kenangan indah yang mereka lalui ketika berwisata. Namun, apakah itu lalu mematikan peluang bisnis fotografi pada daerah wisata? Nyatanya tidak, lantaran selalu ada batasan-batasan yang dimiliki oleh wisatawan untuk mengabadikan momen anda sendiri. Keterbatasan itu misalnya pada kualitas kamera supaya terlihat indah, sudut pengambilan, spot yang menarik, dan sebagainya. Dengan bermodalkan kamera digital SLR atau jenis lain dengan kualitas profesional, anda bisa menawarkan jasa sebagai fotgrafer atau videografer. Anda bisa menawarkan jasa tersebut dalam paket wisata, atau anda bisa langsung menawarkan kepada wisatawan. Jika anda fokus pada foto, upayakan anda bisa langsung mencetak hasil foto tersebut dengan kualitas yang baik.
Barangkali kini setiap orang memiliki kamera pada gadget mereka untuk mengabadikan tiap kenangan indah yang mereka lalui ketika berwisata. Namun, apakah itu lalu mematikan peluang bisnis fotografi pada daerah wisata? Nyatanya tidak, lantaran selalu ada batasan-batasan yang dimiliki oleh wisatawan untuk mengabadikan momen anda sendiri. Keterbatasan itu misalnya pada kualitas kamera supaya terlihat indah, sudut pengambilan, spot yang menarik, dan sebagainya. Dengan bermodalkan kamera digital SLR atau jenis lain dengan kualitas profesional, anda bisa menawarkan jasa sebagai fotgrafer atau videografer. Anda bisa menawarkan jasa tersebut dalam paket wisata, atau anda bisa langsung menawarkan kepada wisatawan. Jika anda fokus pada foto, upayakan anda bisa langsung mencetak hasil foto tersebut dengan kualitas yang baik.
i. Bisnis Event Organizer
Tempat wisata seringkali tidak hanya menjadi tempat berwisata saja tanpa ada agenda lain. Tak jarang orang yang mengadakan sebuah acara atau kegiatan di daerah tempat wisata baik itu pertemuan bisnis, pernikahan, reuni, launching produk dan lain-lain. Jadi jasa event organizer sepertinya cukup dibutuhkan. Anda tentu saja perlu melakukan banyak persiapan untuk membangun bisnis ini. Misalnya, pertama-tama anda perlu menyusun konsep-konsep acara yang jelas sehingga bisa anda tawarkan kepada calon klien anda. Lalu anda menjalin komunikasi dan kerjasama yang sangat baik dengan pengusaha restoran atau mereka yang memiliki tempat untuk pertemuan (hotel, penginapan, dsb.), bekerjasamalah juga dengan pengusaha suvenir yang ada di daerah tersebut. Lalu untuk menambah kehangatan budaya, ajaklah pelaku seni daerah untuk perform di jeda acara tersebut. Persiapan-persiapan yang matang ini akan membuat bisnis anda makin memiliki nilai lebih.
Tempat wisata seringkali tidak hanya menjadi tempat berwisata saja tanpa ada agenda lain. Tak jarang orang yang mengadakan sebuah acara atau kegiatan di daerah tempat wisata baik itu pertemuan bisnis, pernikahan, reuni, launching produk dan lain-lain. Jadi jasa event organizer sepertinya cukup dibutuhkan. Anda tentu saja perlu melakukan banyak persiapan untuk membangun bisnis ini. Misalnya, pertama-tama anda perlu menyusun konsep-konsep acara yang jelas sehingga bisa anda tawarkan kepada calon klien anda. Lalu anda menjalin komunikasi dan kerjasama yang sangat baik dengan pengusaha restoran atau mereka yang memiliki tempat untuk pertemuan (hotel, penginapan, dsb.), bekerjasamalah juga dengan pengusaha suvenir yang ada di daerah tersebut. Lalu untuk menambah kehangatan budaya, ajaklah pelaku seni daerah untuk perform di jeda acara tersebut. Persiapan-persiapan yang matang ini akan membuat bisnis anda makin memiliki nilai lebih.
j. Bisnis Kios dan Counter Pulsa
Sama seperti bisnis kuliner, keberadaan kios atau toko di berbagai tempat sangat dibutuhkan. Termasuk juga ditempat wisata untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, seperti makanan, minuman dan lain-lain. Atau alternatif lainnya adalah membuka counter penjualan pulsa untuk melayani wisatawan yang kehabisan saldo pulsa. Pastikan anda memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan kepada wisatawan, jenis-jenis provider apa yang mendapatkan jaringan cukup bagus di tempat wisata tersebut, apa saja kekurangan dan kelebihan, dan sebagainya.
Sama seperti bisnis kuliner, keberadaan kios atau toko di berbagai tempat sangat dibutuhkan. Termasuk juga ditempat wisata untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, seperti makanan, minuman dan lain-lain. Atau alternatif lainnya adalah membuka counter penjualan pulsa untuk melayani wisatawan yang kehabisan saldo pulsa. Pastikan anda memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan kepada wisatawan, jenis-jenis provider apa yang mendapatkan jaringan cukup bagus di tempat wisata tersebut, apa saja kekurangan dan kelebihan, dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar