RIZALDY MUTTAQIN
NPM : 26216537
KELAS : 1EB14
PENGANTAR BISNIS
ORGANISASI
TUGAS 3
NPM : 26216537
KELAS : 1EB14
PENGANTAR BISNIS
ORGANISASI
TUGAS 3
A. LATAR BELAKANG
Organisasi sebagai alat dalam arti
abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang
ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang
digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21,
oleh karena itu, organisasi sebagai alat dimanifestasikan terutama dalam
hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi
lain adalah dapat tidaknya dikontrol.
Hal
itu laksana perbedaan antara seorang bayi dan orang yang lebih tua. Bayi itu
sangat fleksibel dan dapat memasukkan jari kakinya kedalam mulutnya, namun
gerakan-gerakan dan perilakunya agak sulit dikontrol. Dengan meningkatnya usia
kita akhirnya seseorang yang lebih tua juga akan kehilangan sifatnya yang dapat
dikontrol.
Jadi
ukuran dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua seolah-olah
perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan
perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu
dapat berubah dengan relative mudah, tua berarti adanya perilaku yang dikontrol
namun tidak fleksibel.
Oleh
karena itu, suatu organisasi dalam abad 21, haruslah dibangun sebagai organisasi
yang memiliki sifat fleksibel dan mudah dikontrol, maka organisasi itu tidaklah
terlalu muda atau terlalu tua, tahap ini dinamakan PRIMA dalam daur hidup
organisasi. Organisasi dalam keadaan prima, benar-benar diperlengkapi
untuk menerima dan menanggapi perubahan yang cepat didalam pasar, teknologi,
kompetisi dan kebutuhan pelanggan.
Bertolak
dari pemikiran bahwa kunci organisasi yang mampu mendukung daur hidup
organisasi kedalam posisi PRIMA yang mampu diremajakan secara berkelanjutan
terletak pada faktor fleksibilitas dan kontrol, oleh karena itu pemilihan model
struktur organisasi sangat menentukan.
B.RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud organisasi?
2. Bagaimana bentuk dan struktur organisasi?
3. Kenapa bisa terjadi organisasi informal di perusahaan?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian atau maksud organisasi
2. Untuk mengetahui bentuk organisasi
3. Untuk mengetahui kenapa organisasi informal mucul di perusahaan
D. PEMBAHASANOrganisasi adalah adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
B.RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud organisasi?
2. Bagaimana bentuk dan struktur organisasi?
3. Kenapa bisa terjadi organisasi informal di perusahaan?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian atau maksud organisasi
2. Untuk mengetahui bentuk organisasi
3. Untuk mengetahui kenapa organisasi informal mucul di perusahaan
D. PEMBAHASANOrganisasi adalah adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli
terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :
Menurut Stoner, organisasi adalah
suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan
manajer mengejar tujuan bersama.
Menurut James D. Mooney, organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan
suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
BENTUK BENTUK DAN STRUKTUR ORGANISASI
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi
pada umumnya terdiri dari 3 bentuk, yaitu Struktur Organisasi Fungsional,
Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar) dan Struktur
Organisasi Matriks
1. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur Organisasi
Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi
yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk
Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya
seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan
yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan
bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan
pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk
maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional
namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.

2. Struktur
Organisasi Divisional
Struktur Organisasi Divisional (Divisional
Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan
berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi
bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah
keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika
dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.

3. Struktur Organisasi Matriks
Struktur Organisasi Matriks
(Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi
Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi
kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut.
Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi
Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus
mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan
kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi
komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan
yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur
Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau
perusahaan-perusahaan multinasional.

ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi
yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak
dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara
eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis
wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer.
Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya;
Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Memiliki ciri-ciri:
· Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat
langsung dengan satu garis wewenang
· Jumlah karyawan sedikit
· Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
· Belum terdapat spesialisasi
· Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang &
tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
· Struktur organisasi sederhana dan stabil
· Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
· Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
· Ada kesatuan komando
yang terjamin dengan baik
· Disiplin pegawai
tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
· Koordinasi lebih mudah
dilaksanakan
· Proses pengambilan
keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
· Garis kepemimpinan
tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan
bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
· Rasa solidaritas
pegawai biasanya tinggi
· Pengendalian mudah
dilaksanakan dengan cepat
· Tersedianya kesempatan
baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
· Adanya penghematan
biaya
· Pengawasan berjalan
efektif
Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
· Tujuan dan keinginan
pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
· Pembebanan yang berat
dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
· Adanya kecenderungan
pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak
fleksibel).
· Kesempatan pegawai
untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
· Organisasi terlalu
tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
· Kurang tersedianya saf
ahli
Contoh bagan Organisasi Lini :


ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi
dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas
pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan,
bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:
Memiliki ciri-ciri:
· Hubungan atasan dan
bawahan tidak bersifat langsung
· Pucuk pimpinan hanya
satu orang dibantu staff
· Terdapat 2 kelompok
wewenang yaitu lini dan staff
· Jumlah karyawan banyak
· Organisasi besar,
bersifat komplek
· Adanya spesialisasi
Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
1. Asas kesatuan komando tetap ada.
Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian
staf dan pelaksana
3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel
(luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembalian keputusan relatif mudah,
karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada
pembagian tugas yang jelas.
6. Disiplin dan moral pegawai biasanya
tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai
dengan spesialisasinya.
8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para
ahli
Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
1. Kelompok pelaksana terkadang bingung
untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
2. Solidaritas pegawai kurang, karena
adanya pegawai yang tidak saling mengenal
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat,
karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf
5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam
berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan
kekacauan dalam menjalankan wewenang
6. Penggunaan staf ahli bisa menambah
pembebanan biaya yang besar
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui
kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan
interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang
diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
Contoh bagan organisasi garis dan staf :

ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)

ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan
sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja
merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki ciri-ciri:
· Pembidangan tugas secara
tegas dan jelas dapat dibedakan
· Bawahan akan menerima
perintah dari beberapa atasan
· Pekerjaan lebih banyak
bersifat teknis
· Target-target jelas
dan pasti
· Pengawasan ketat
· Penempatan jabatan
berdasarkan spesialisasi
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
· Spesialisasi dapat
dilakukan secara optimal
· Para pegawai bekerja
sesuai ketrampilannya masing-masing
· Produktivitas dan
efisiensi dapat ditingkatkaN
· Koordinasi menyeluruh
bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
· Solidaritas,
loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya
cukup tinggi.
· Pembidangan tugas
menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
· Pekerjaan seringkali
sangat membosankan
· Sulit mengadakan
perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai
hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
· Sering ada pegawai
yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan
sukar dilakukan
Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional

FUNGSI KELOMPOK KERJA DAN CARA PEMBENTUKANNYA
Fungsi Kelompok
a). Fungsi kelompok bagi anggotanya
· Pemenuh kebutuhan
· Kelompok dapat
mengurangi rasa ketidakamanan, menimbulkan rasa mampu mengatasi ancaman
terhadap diri pribadi, dan dapat memenuhi kebutuhan akan afiliasi atau
keinginan untuk berhubungan dengan orang lain.
· Pengembang, penunjang,
dan pemantap dari identitas dan pemelihara dari harga diri
· Dalam bekerja, anggota
memperoleh identitas dari kelompok kerjanya.
· Penetap dan penguji
kenyataan/realitas sosial
· Persepsi kelompok
memberikan kepastian kepada para anggota kelompok lepas dari benar tidaknya,
tepat tidaknya suatu pandangan.
· Mekanisme pemecahan
masalah dan pelaksanaan tugas
· Kelompok dapat
membantu memecahkan masalah yang dialami oleh salah seorang anggotanya, dengan
pengumpulan data dan/atau pemberian alternatif penyelesaian.
b). Fungsi kelompok bagi organisasi
· Pelaksana tugas yang
majemuk dan saling tergantung
· Misalnya kelompok
pengebor minyak. Masing-masing anggota memiliki tugasnya masing-masing dan
penyelesaian tugas tersebut saling tergantung satu sama lainnya.
· Mekanisme pemecahan
masalah
· Dalam menghadapi
masalah yang memerlukan pengolahan yang majemuk, interaksi antar para anggota
yang memiliki informasi yang berbeda, pertimbangan cermat dari alternatif
penyelesaiannya, maka pemecahan masalah secara kelompok akan memberikan
Penyelesaian yang paling baik.
· Penghasil gagasan baru
dan jawaban kreatif
· Kelompok merupakan
wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban yang kreatif. Para
anggota kelompok akan saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban
atau penyelesaian masalah dari suatu masalah.
· Pelancar dari
keputusan yang majemuk
· Wahana dari
sosialisasi dan pelatihan
· Pelatihan keterampilan
teknik tertentu dapat lebih cermat, tepat dan murah bila dilakukan dalam
kelompok.
· Penghubung atau
koordinator utama antar beberapa departemen
Tahapan dalam Pembentukan dan Interaksi
tim kerja
Paling tidak, sebagaimana yang
dikemukakan oleh B.W. Tuckman yang dikutip oleh Stoner, Freeman, Gilbert,
terdapat 5 tahapan bagaimana sebuah tim kerja terbentuk dan berinteraksi.
Kelima tahapan tersebut adalah:
a) Tahapan Pembentukan (forming)
Dimana kelompok kerja dibentuk oleh
manajer. Kelompok kerja yang terbentuk akan terdiri dari pemimpin kelompok dan
anggota. Masing-masing anggota dari kelompok kerja akan ditentukan tugas-tugas
yang harus dikerjakan
b) Tahapan penguatan (storming)
Pada tahapan ini, anggota-anggota yang
telah menerima tugasnya masing-masing mulai berinteraksi satu sama
lainnya.kadang kala karena disebabkan perbedaan karakteristik individu serta
persepsi mengenai pekerjaan mereka masing-masing, termasuk juga pola komunikasi
yang yang dibangun. Pada tahap ini konflik dalam kelompok kerja dapat terjadi.
c) Tahapan Penyesuaian (norming)
Merupakan tindak lanjut dari tahap
kedua. Ketika kelompok kerja telah saling berinteraksi, hingga barangkali bisa
terjadi konflik, maka tahapan ini merupakan tahapan di mana keseluruhan anggota
secara almiah ataupun dipaksa harus menyesuaikan diri dengan berbagai perbedaan
yang ada dan terjadi. Norma yang diyakini bersama sebagai sesuatu yang harus
dijalankan, kadangkala menjadi titik temu untuk bisa saling menyesuaikan diri
dalam bekerja.
d) Tahapan Perwujudan (performing)
Di mana hasil dari pekerjaan masing-masing
anggota maupun secara kelompok dapat terwujud dan terlihat. Itu sebabnya
tahapan keempat ini dinamakan performing, di mana setiap anggota akan
memperlihatkan hasil dari setiap pekerjaannya, dan akan dievaluasi sampai
sejauh mana tingkat kesesuaiannya terhadap tujuan dari kelompok kerja.
e) Tahap Pencarian atau Penilaian
(adjourning)
Diman masing-masing anggota
mengalami tahapan akhir dari proses pengerjaan bersama kelompok kerja. Pada
tahapan ini, anggota akan ada yang merasa puas, kecewa, atau penasaran,
tergantung dari tahapan-tahapan sebelumnya. Dapat dikatakan pula bahwa tahapan
ini merupakan tahapan antiklimaks dari seluruh rangkaian kerja dari kelompok
kerja.
ALASAN TIMBULNYA ORGANISASI INFORMAL DALAM PERUSAHAAN
Pada dasarnya semua individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya atau dengan kata lain manusia tidak pernah puas, jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan sumber itu ialah organisasi informal. Dan biasanya organisasi informal muncul dikarenakan adanya sekelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.
1. Untuk memelihara dan memperkuat perilaku positif dari para anggota
Pada dasarnya semua individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya atau dengan kata lain manusia tidak pernah puas, jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan sumber itu ialah organisasi informal. Dan biasanya organisasi informal muncul dikarenakan adanya sekelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.
1. Untuk memelihara dan memperkuat perilaku positif dari para anggota
2. Untuk menciptakan dan
memelihara interaksi sesama anggota, sehingga anggota merasa nyaman, puas, dan
nyaman
3. Untuk membantu para
anggota agar dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi dalam bentuk yang
informa dan fleksibel
4. Untuk membantu manajer
dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang mungkin dalam kondisi formal
tidak dapat diselesaikan. Kadang kala seseorang lebih dapat berkomunikasi
ketika tengah bermain tenis bersama misalnya.
Komentar
Posting Komentar