MANAJEMEN KANTOR DAN INFORMASI
NAMA :
Rizaldy Muttaqin
NPM :
26216537
KELAS :
1EB14
1EB14
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Kantor & Informasi “ ini dengan baik.
Penulis merasa bahwa tersusunnya makalah ini karena bantuan beberapa pihak, maka penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis:
Kepada Ibu Fitria,SE yang telah banyak memberikan masukan demi terselesaikannya makalah ini.
Namun demikian, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan makalah ini di masa yang akan datang.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Depok, Januari 2017
BAB I
MANAJEMEN KANTOR & INFORMASI
LATAR BELAKANG
Tata kerja adalah cara-cara melaksanakan kerja yang seefisien mungkin mengenai sesuatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia.
Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan.
Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan.
Pedoman kerja artinya sebuag panduan yang dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan yang berisikan pelaksanaan dalam bekerja di perusahaan itu. Mulai dari jam masuk kerja, jam istirahat, hari libur, pemberian cuti, pemberian ijin, dsb.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi dari Tata kerja, Prosedur kerja, & Pedoman kerja ?
2. Bagaimana cara menyusun buku Pedoman Kerja ?
3. Manfaat ditetapkannya Tata kerja, Prosedur kerja, & Pedoman kerja ?
TUJUAN
1. Untuk mengetahui definisi dari Tata kerja, Prosedur kerja, & Pedoman kerja.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara menyusun buku Pedoman Kerja.
3. Untuk mengetahui manfaat ditetapkannya Tata kerja, Prosedur kerja, & Pedoman kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
DEFINISI TATA KERJA, PROSEDUR KERJA, & PEDOMAN KERJA
Tata kerja adalah cara-cara melaksanakan kerja yang seefisien mungkin mengenai sesuatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia.
Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan.
Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan.
Pedoman kerja artinya sebuag panduan yang dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan yang berisikan pelaksanaan dalam bekerja di perusahaan itu. Mulai dari jam masuk kerja, jam istirahat, hari libur, pemberian cuti, pemberian ijin, dsb.
Pedoman itu biasanya berisi edukasi, pengetahuan seputar pekerjaan, bisa juga alternatif penyelesaian masalah yang sering terjadi. pedoman bersifat fleksibel, tidak mengikat dan mengatur tetapi membimbing dengan kebebasan berinovasi.
CARA MENYUSUN BUKU PEDOMAN KERJA
Sebuah pedoman bagi karyawan yang disusun dengan tepat dapat menjadi sarana penting dalam komunikasi dengan karyawan. Dokumen ini harus bisa menjadi bimbingan bagi karyawan baik dalam menjalankan hak maupun kewajib-annya bagi perusahaan. Isinya juga meliputi:
• keterangan tentang mengapa perusahaan didirikan dan bagaimana sejarahnya, pertumbuhannya, rencana masa depannya, dan produk yang dijual.
• keterangan tentang kebijaksanaan perusahaan mengenai sikap sama yang diberikan oleh perusahaan terhadap semua karyawan, tentang masa percobaan, hari libur, cuti, jaminan atau tunjangan, rahasia dokumen perusahaan, prosedur tindak disipliner dan hubungan dengan masyarakat.
• penegasan tentang perlakuan yang adil dan konsisten dengan cara secara rinci mengemukakan standar performans, kebijaksanaan tentang tindakan disipliner maupun prosedur pengaduan kepada perusahaan. Karyawan harus tahu mereka mempunyai hak untuk didengar.
• penegasan bahwa perusahaan menghargai para karyawan, menghormati karyawan dan mem-perhatikan karyawan.
• pemberian kesempatan kepada karyawan untuk mengatur keuangannya untuk jangka panjang dengan secara rinci memuat keterangan tentang tunjangan pensiun, tunjangan sakit, kematian dan sebagainya.
• keterangan tentang kebijaksanaan perusahaan mengenai sikap sama yang diberikan oleh perusahaan terhadap semua karyawan, tentang masa percobaan, hari libur, cuti, jaminan atau tunjangan, rahasia dokumen perusahaan, prosedur tindak disipliner dan hubungan dengan masyarakat.
• penegasan tentang perlakuan yang adil dan konsisten dengan cara secara rinci mengemukakan standar performans, kebijaksanaan tentang tindakan disipliner maupun prosedur pengaduan kepada perusahaan. Karyawan harus tahu mereka mempunyai hak untuk didengar.
• penegasan bahwa perusahaan menghargai para karyawan, menghormati karyawan dan mem-perhatikan karyawan.
• pemberian kesempatan kepada karyawan untuk mengatur keuangannya untuk jangka panjang dengan secara rinci memuat keterangan tentang tunjangan pensiun, tunjangan sakit, kematian dan sebagainya.
Sebenarnya tidak ada format atau gaya buku pedoman karyawan yang dianggap tepat untuk semua karyawan. Karena itu masing-masing perusahaan akan menerbitkan buku pedoman tersebut menurut gayanya yang mencerminkan jumlah tenaga kerja, apa jabatan-jabatan yang ada, tingkat sofistikasinya, falsafah perusahaan, dan struktur organisasinya.
Sebuah buku pedoman yang kedengaran amat resmi tidak akan sesuai untuk perusahaan yang bersikap dan berperilaku tidak formal; demikian pula sebaliknya.
Banyak yang berpendapat bahwa buku pedoman karyawan dapat dianggap sebagai dokumen kontrak, padahal bukan. Karena itu dalam buku itu harus ditegaskan bahwa pedoman tersebut bukannya kontrak sehingga tidak bersifat mengikat secara hukum.
Adakalanya kalau karyawan dikenai tindak disipliner dia akan mengadu ke pengadilan karena perlakuan terhadap dirinya melanggar isi pedoman karyawan. Untuk menghindari kasus seperti ini, dalam buku tersebut hendaknya juga difnuat pasal yang menyatakan bahwa sekalipun buku pedoman itu memaparkan kebijaksanaan dan peraturan yang menyangkut hubungan kerja antara pimpinan dan karyawan perusahaan, teta-pi harus juga ditegaskan bahwa pimpinan perusahaan berhak meninjau kembali, menambah atau mengurangi isinya, dan bahkan tidak mematuhi isi buku pedoman itu, jika dianggap perlu.
Karena undang-undang perburuhan mungkin mengalami perubahan-perubahan, buku pedoman tersebut perlu ditinjau kembali secara berkala untuk menjamin agar isinya sesuai dengan undang-undang perburuhan.
Menyiapkan atau menyusun kembali sebuah pedoman karyawan barulah langkah awal dalam proses komunikasi dengan karyawan. Mungkin setelah disusun rancangannya perlu diadakan diskusi dengan wakil-wakil karyawan untuk menjamin agar isinya tidak menimbulkan salah tafsir pada kedua pihak.
Dan sekali lagi perlu ditegaskan bawah buku pedoman tersebut adalah dokumen berisi peraturan dan kebijaksanaan perusahaan, dan bukan kontrak.
MANFAAT DITETAPKANNYA TATA KERJA, PROSEDUR KERJA, & BUKU PEDOMAN KERJA
· sebagai pola kerja yang dapat menjabarkan tujuan sasaran program kerja, fungsi dan kebijaksanaan yang nyata.
· sebagai standarisasi dan pengendalian kerja setepat-tepatnya.
· sebagai pedoman kerja bagi para pelaksana atau semua pihak yang berkepentingan.
BAB III
KESIMPULAN
Dari ketiga proses kerja diatas dapat simpulkan bahwa Tata, Prosedur, dan Pedoman Kerja sangat membutuhkan satu sama lain agar proses kerja disuatu perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar