Habits
adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukan
tanpa berfikir. Habits adalah suatu akktivitas yang dilakukan secara
terus-menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah
kebiasaan kita. Jadi, yang ditekankan disini tidak perlu memikirkan apa posisi
awal kita saat ini, karena itu tidak penting. Kita dapat menjadi apapun atau
menguasai keahlian apapun yang kita inginkan bila kita benar-benar
menginginkannya, dengan cara membiasakan dan membentuk habits pada diri kita.
Menjadikan yang luarbiasa menjadi kebiasaan.
Dan selain itu Habits ialah hasil daripada pengulangan
suatu aktivitas dalam jangkan waktu tertentu. Semakin banyak suatu aktivitas
diulang dalam jangka waktu yang lama, maka habits akan semakin kuat, Habits
dibentuk dari practice dan repotition daam rentang waktu tertntu. (hlm 37)
Practice berfungsi untuk menentukan apakah
aktivitas yang dilakukan sudah benar atau belum, tepat sasaran atau tidak.
Sedangkan pengulangan akan menyempurnakannya. Practice makes right, repetition
makes perfect.
Seperti
nasihat Imam Syafii “ Wahai saudaraku, kalian tidak akan dapat menguasai ilmu
kecuali dengan enam syarat yang akan saya sampaikan: dengan kecerdasan,
menuntutnya dengan bersemangat, dengan kesungguhan, dengan memiliki bekal
(investasi), bersama pembimbing, serta waktu yang lama.” Dari kutipan yang di
papaarkan(Imam Syafii) dalam buku How To Master Your Habits jadi kita tahu bagaimana menyempurnakan kebiasaan yang kita inginkan
dengan ilmu yang kita pelajari akan sesuai kebutuhan.
Membentuk Habbit sama seperti
membabat hutan, atau menyibak ladang gandum. Contohnya adalah ketika ada
beberapa anak yang bermain permainan petak umpet di ladang gandum. Awalnya kita
perlu kerja keras untuk melakukannya, mencari jalan, menggunakan tangan untuk
mencari jalan, menggunakan kaki untuk melangkah dan menginjak gandum di tempat
tersebut. Pada saat kita lihat kebelakang, maka kita akan melihat jejak tempat
yang kita lewati. Kemudian orang lain yang melangkah di belakang kita pasti
akan melewati jejak jalan yang sudah ada untuk mengejar kita. Bukannya dia akan
membuat jalan baru yang akan membuat mereka susah melangkah, melainkan anak
tersebut akan melewati jalan bekas anak pertama untuk mengejarnya.
Lama - Kelamaan karena jalan itu dilalui terus menerus, akhirnya jalan itu akhirnya tanaman yang ada di atas tempat tersebut mati dan jalannya menjadi mudah dilewati. Dan ketika di injak dan dilewati terus - menerus, tanahnya akan menjadi padat. Itulah yang dimaksud Ustad Felix sebagai jalan - jalan pemikiran.
Dengan kata lain, jalan pemikiran itu adalah awalnya memang dibutuhkan waktu yang lama dan usaha untuk melewati jalan tersebut, tapi lama - kelamaan waktu yang dibutuhkan menjadi semakin sedikit, karena kita tidak perlu melakukan usaha untuk melewatinya. Itulah gambaran dari pada habit. Karena kita merasa nyaman melewati suatu jalan tanpa harus berusaha menyibak, mencari jalan baru. Karena kita tidak harus bekerja keras.
Lama - Kelamaan karena jalan itu dilalui terus menerus, akhirnya jalan itu akhirnya tanaman yang ada di atas tempat tersebut mati dan jalannya menjadi mudah dilewati. Dan ketika di injak dan dilewati terus - menerus, tanahnya akan menjadi padat. Itulah yang dimaksud Ustad Felix sebagai jalan - jalan pemikiran.
Dengan kata lain, jalan pemikiran itu adalah awalnya memang dibutuhkan waktu yang lama dan usaha untuk melewati jalan tersebut, tapi lama - kelamaan waktu yang dibutuhkan menjadi semakin sedikit, karena kita tidak perlu melakukan usaha untuk melewatinya. Itulah gambaran dari pada habit. Karena kita merasa nyaman melewati suatu jalan tanpa harus berusaha menyibak, mencari jalan baru. Karena kita tidak harus bekerja keras.
Dalam perjalanan kita membentuk
habits, tentu jalan itu tidak dihiasi oleh kemudahan dan kelapangan. Sebagaiman
lazimnya jalan yang menuju yang baik, jalan yang membentuk habits juga tiada
mudah. Banyak godaan syaitan yang akan menghalangi. Layaknya
sebuah hutan dia tidak akan terbentuk begitu saja, jalan setapak yang sering
dilalui orang untuk akses masuk dan keluarnya hutan itu membutuhkan usaha agar
tidak lagi tumbuh lagi rumput atau tanaman yang menghilangkan jalan setapak
tersebut.
Tujuan dirimu! Kenalilah apa tujuan
dirimu? Apa yang kamu cari? Bagaimana cara anda melakukan tujuan tersebut!
Kenapa harus mengenali tujuan kita ? Disitu kita akan tahu akan peran kita
sebagai hamba yang sentiasa lambat laun akan berakhir pada tujuan yang sama
yaitu kematian. Dan cara terbaik untuk mempersipkan hal tersebut adalah dengan
membentuk kebiasaan yang baik, kebiasaan yang bermanfaat untuk diri kita dan
jika anda termasuk mempunyai impian yang besar atau semangat yang besar naiklah
kepada tingkatan dimana bisa memberikan manfaat kepada orang banyak. Anda hanya
perlu practice and repetation, hanya saja butuh perlawan dari hati dan nafsu
yag harus di kendalikan agar benar-benar terbentuknya kebiasaan yang baik.
Komentar
Posting Komentar